Strategi Pemasaran Brand Janji Jiwa

Halo, nama saya Michale. Saya mahasiswa semester 6. Kali ini saya akan membahas strategi digital marketing dari salah satu brand kopi kekinian yaitu brand Janji Jiwa, untuk melaksanakan tugas Digital Marketing.



Pada tahun 2018, Billy Kurniawan bersama istri dan seorang temannya membuat usaha kedai kopi kecil di ITC Kuningan, memulai bisnis Kopi Janji Jiwa. Penjualan per bulan adalah 300-450 gelas (10-15 gelas per hari). Namun saat ini, mereka mampu menjual 5 juta gelas per bulan dengan total 700 gerai yang tersebar di 50 kota Indonesia.

Di tengah persaingan bisnis kopi kekinian yang semakin ketat, Janji Jiwa mampu mencatat peningkatan tersebut dalam kurun waktu satu tahun. Menariknya lagi, prestasi itu diraih tanpa suntikan dari modal ventura mana pun.

Janji Jiwa yang dinaungi oleh Jiwa Group menerapkan berbagai strategi untuk memenangi jiwa-jiwa pencinta kopi Tanah Air. Jiwa Group mengembangkan Janji Jiwa melalui konsep waralaba. Dari total gerai yang ada, 90% adalah waralaba, dan 10% adalah milik sendiri. Di luar itu, mereka bekerja keras menjaga konsistensi kualitas, manajemen yang kuat, dan sumber daya manusia terampil yang menjadi kuncinya.

Ada 3 filosofi yang diterapkan dalam penyajian tiap gelas kopi Janji Jiwa : A cup from farmers, A cup to partners, dan A cup for the people. Yang artinya setiap gelas kopi merupakan hasil dari upaya petani kopi di salah satu desa di Sumatera, yang dari hanya memasok sedikit biji kopi hingga kini mencapai 32 ton biji kopi per bulan yang digunakan untuk memasok ke seluruh gerai Jiwa Group.

Salah satu strategi yang dilakukan yaitu kampanye digital melalui media sosial, melibatkan key opinion leader dan influencer untuk kampanye. Berkolaborasi dengan berbagai merek besar juga telah dilakukan, seperti dengan kosmetik Benefit saat memperingati Hari Kartini, lalu juga denan Sasa Santan dalam menu Choco Latte (Kopi, gula aren, dan santan), dengan Muhammad Aga barista yang mewakili Indonesia dalam kompetisi World Barista Championship 2018, dan juga dengan merek global yaitu Lock&Lock featuring Darbotz, serta menjadi official coffee partner film Gundala dan marketplace sneakers Kick Avenue.

Janji Jiwa lahir setelah Billy melalui perjalanan yang panjang. Sebelumnya, Billy membuat bisnis minuman yaitu Calais Bubble Tea yang mencapai 40 gerai. Tahun 2017, Billy memutuskan untuk memfokuskan mengembangkan bisnis kopi. 

Kini seiring dengan makin besarnya bisnis, Billy memfokuskan diri untuk membangun fondasi organisasi yang kuat. Menurutnya, selayaknya bisnis rintisan yang sedang berkembang pesat, tiap bulan perusahaan mengembangkan departemen dan orang baru seperti tim proyek, kontrol kualitas, pemasaran, hubungan pelanggan, keuangan, pengiriman, pembelian, jaminan kualitas, hukum, dan R&D.

Dalam setahun, Janji Jiwa melahirkan lima produk baru. Janji Jiwa terus melakukan penyegaran desain, dan mengembangkan marketing campaign langsung ke konsumen. Semua ini dilakukan demi menghadapi persaingan kopi kekinian yang makin ketat. Jiwa Group juga mendirikan Janji Jiwa x Kafe yang lebih sophisticated dengan sofa dan suasana yang nyaman, serta jiwa toast yang menawarkan roti bakar khas Janji Jiwa.

Menurut Billy, kunci bisnisnya bisa dapat sukses dan berjalan hingga saat ini adalah :

1. Price : Harga yang ditawarkan oleh Jiwa Group untuk menu-menu nya bisa dikatakan relatif murah.

2. Product : Tidak hanya harganya yang terjangkau, tetapi kualitas dari produk terjaga dan dapat diterima semua orang.

3. Place : Janji Jiwa mudah ditemui.

Comments

Post a Comment